SELAMAT DATANG DI BLOGSPOT UPT PUSKESMAS CIPANAS KABUPATEN GARUT UPT PUSKESMAS CIPANAS GARUT

13 Agustus 2019

Puskesmas Cipanas Garut Gencar Sosialisasi Penanganan Penularan Covid-19 - https://www.gosipgarut.id/

 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cipanas yang berlokasi di pusat objek wisata air panas Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, semakin gencar melakukan sosialisasi penanganan penularan Covid-19 ke berbagai kalangan.

“Kemarin kita sosialisasi ke pengelola hotel dan penginapan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Juga ada surat edaran dari Pak Bupati, yang ditindaklanjuti surat edaran dari Dinas Kesehatan, bahwa tempat tempat pelayanan umum, apalagi hotel dan penginapan tempat berkunjungnya orang dari berbagai daerah, harus tes swab masiv,” kata Kepala puskesmas Cipanas, Hj. Husnul Khotimah, S.ST, Rabu (12/08/2020).

Ia menuturkan, kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan mulai tumbuh terutama di lingkungan hotel dan penginapan, termasuk dengan swab tes. Hal ini berkat sosialisasi yang terus menerus, padahal sebelumnya mendengar rapid tes saja masyarakat takut. Apalagi swab tes.

“Alhamdulillah berkat sosialisasi yang kita lakukan, masyarakat mulai mengerti. Dan setelah sosialisasi, kita ada kesepakatan dengan hotel dan penginapan yang ada di sini untuk melaksanakan swab tes masiv kepada semua yang terlibat di hotel dan penginapan. Kesepakatan ini akan kami konsultasikan ke Dinas Kesehatan, apakah diizinkan atau tidak,” ujar Husnul.

Ia menjelaskan, dari 51 hotel dan penginapan, pada sosialisasi pertama hadir 27 perwakilan hotel dan penginapan, dengan jumlah personal diperkirakan 600 orang yang akan diajukan untuk swab tes secara bertahap.

Kaitan dengan akan dilaksanakannya belajar tatap muka, kata Husnul, Puskesmas akan melaksanakan sosialisasi ke semua sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Cipanas yang tersebar di empat desa, mulai tingkat PUD sampai SMA/SMK.

“Alhamdulillah ada sekolah yang memfasilitasi untuk tempat sosialisasi ini di sekolah Almasduki,” terangnya.

Kegiatan lainnya yang dilaksanakan di samping kegiatan rutin pelayanan kesehatan, Puskesmas yang memiliki moto Rampak (ramah, nyaman, sopan, dan kekeluargaan) itu, juga melaksanakan penimbangan balita, dengan menimbang berat dan pengukuran tinggi badan sebagai antisipasi atau skrining stunting.

Kepala Puskesmas yang baru satu tahun lebih bertugas di Cipanas itu menambahkan, masih ada tambahan tugas lainnya di masa pandemi Covid-19 ini, yaitu permintaan deteksi awal sebagai bagian dari protokol kesehatan, apabila di hotel diselenggarakan acara yang melibatkan banyak orang.

“Ya, kita sekarang ini sering diminta melaksanakan skrining awal sebagai bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan yang ditujukan kepada peserta. Seperti pengukuran suhu tubuh, memeriksa apabila ada peserta yang mengalami flu, batuk dan lainnya. Kalau memang peserta ini ada gejala sakit, kita obati dulu, sebelum dipulangkan oleh panitia acara,” ujar Husnul.

Ia juga sempat curhat, soal kondisi Puskesmasnya yang masih belum banyak dikenal masyarakat di wilayah kerjanya, meski pusat kesehatan masyarakat itu sudah berdiri 19 tahun. Husnul berencana untuk mengubah tampilan depan kantornya supaya lebih terlihat sebagai Puskesmas. Ia juga berharap Puskemasnya itu dilengkapi dengan tempat rawat inap.

“Hotel dan penginapan di sini meminta supaya Puskesmas ini ada tempat rawat inapnya,” kata dia. (Yuyus)

copyright : https://www.gosipgarut.id/read/2020-15708/puskesmas-cipanas-garut-gencar-sosialisasi-penanganan-penularan-covid-19.html


29 Juli 2017

DIALOG INTERAKTIF DI RADIO BERSAMA PKM CIPANAS: KENAPA HARUS IMUNISASI MR

Rabu, 26/7, PROGNOSIS (Program Ngobrol dan Eksis), acara dialog interaktif Radio Indiswara 107.9 FM Garut, mengangkat tema Kenapa Harus Imunisasi MR.

Rabu, 26/7, PROGNOSIS (Program Ngobrol dan Eksis), acara dialog interaktif Radio Indiswara 107.9 FM Garut, mengangkat tema Kenapa Harus Imunisasi MR.

Dialog interaktif yang rutin mengudara setiap hari Rabu jam 10 – jam 12 wib ini, sudah berlangsung dari Mei 2016 s.d sekarang. Kegiatan ini dapat terselenggara secara rutin karena adanya MoU Puskesmas Cipanas dengan Manajemen Radio Indiswara 107.9 FM yang berlokasi di Desa Rancabango Kecamatan. Tarogong Kaler Kab Garut.

PROGNOSIS kali ini menghadirkan narasumber Amilia, SKM, M.KM dan dr. nurhayati. Adapun materi yang dikupas terkait kampanye Imunisasi MR seputar pengertian Imunisasi MR, latar belakang kampanye MR, siapa yang menjadi sasaran imunisasi ini dan kapan waktu, tempat dan pelaksanaaannya.

Selama siaran, ada pendengar yang bertanya mengenai beda campak dan rubella karena tadi disebutkan rubella adalah campak juga (pertanyaan pertama). Dokter Puskesmas Cipanas, dr. nurhayati menjelaskan jika Campak = Morbili = Measles, penyebabnya Virus Rubeola. Sedangkan Campak Jerman = Rubella penyebanya Virus Rubella. Yang membedakan adalah virus penyebabnya yang berbeda. Gejalanya hampir sama, yang menonjol panas dan ruam di kulit, gejala-gejala saluran pernafasan dan conjunctivitis. Bedanya campak/measles panasnya lebih tinggi, keluhannya lebih berat dibanding campak jerman/rubella.

Kemudian dari penanya kedua, bertanya apakah imunisasi ini halal? Vaksin ini halal karen bahan dan proses pembuatan vaksinnya tidak menggunakan atau bersentuhan dengan hal-hal yang haram.

COPYRIGHT : kesmas-id.com

27 Maret 2017

70 Peserta Dari 30 Puskesmas Dari Dinkes Garut Mengikuti Pelatihan Penyusunan RBA dan Laporan Keuangan Berbasis SAK

 PT. Syncore Indonesia kembali dipercaya menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan “Pelatihan Penyusunan RBA dan Laporan Keuangan Berbasis SAK menggunakan Implementasi Software BLUD”.



Pelatihan diselenggarakan di Ruang Abimanyu I & II, Hotel Grage Yogyakarta. Acara dihadiri oleh seluruh puskesmas dari Dinkes Kab. Garut yang terdiri dari 74 orang dari 30 Puskesmas. Dinkes Garut merupakan Dinas Kesehatan yang ditunjuk Kemendagri sebagai daerah percontohan untuk pengelolaan BLUD.

Kami, Syncore merasa terhormat ketika Dinkes Kab. Garut memilih Syncore sebagai partner pengembangan sistem aplikasi Puskesmas BLUD, pada Kamis, 6 Oktober 2016 lalu. Pelatihan diselenggarakan selama 2 hari, 6-7 Oktober 2016. Puskesmas tersebut antara lain

1.Puskesmas Bagendit

2.Puskesmas Bungbulang

3.Puskesmas Cibatu

4.Puskesmas Cikajang

5.Puskesmas Cikelet

6.Puskesmas Cilawu

7.Puskesmas Cipanas

8.Puskesmas Cisewu

9.Puskesmas Cisurupan

10.Puskesmas Citeras

11.Puskesmas Guntur

12.Puskesmas Haurpanggung

13.Puskesmas Kadungora

14.Puskesmas Karangpawitan

15.Puskesmas Leles

16.Puskesmas Limbangan

17.Puskesmas Malangbong

18.Puskesmas Pameungpeuk

19.Puskesmas Pasundan

20.Puskesmas Pembangunan

21.Puskesmas Peundeuy

22.Puskesmas Samarang

23.Puskesmas Selaawi

24.Puskesmas Siliwangi

25.Puskesmas Sindangratu

26.Puskesmas Singajaya

27.Puskesmas Sukamerang

28.Puskesmas Tarogong

29.Puskesmas Wanaraja

30.Puskesmas Bayongbong

Acara pelatihan dinarasumberi oleh Akademisi Konsultan BLUD, Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak dan akademisi Software BLUD sekaligus Direktur PT. Syncore Indonesia, Niza Wibyana Tito, S.Kom.


ada pembukaan acara Bapak Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak menjelaskan materi mengenai BLUD dan Penyusunan Dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA).

Selama pelatihan berlangsung diskusi terjadi antara peserta dan narasumber. Pesert terlihat semangan dan antusias mengikuti pelatihan. Semoga ini awal untuk pengelolaan Puskesmas BLUD yang lebih profesional dan akuntabel, jelas Bapak Rudy.

COPYRIGHT : syncoreconsulting