04 Februari 2020
06 Januari 2020
13 Agustus 2019
Puskesmas Cipanas Garut Gencar Sosialisasi Penanganan Penularan Covid-19 - https://www.gosipgarut.id/
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cipanas yang berlokasi di pusat objek wisata air panas Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, semakin gencar melakukan sosialisasi penanganan penularan Covid-19 ke berbagai kalangan.
“Kemarin kita sosialisasi ke pengelola hotel dan penginapan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru ini. Juga ada surat edaran dari Pak Bupati, yang ditindaklanjuti surat edaran dari Dinas Kesehatan, bahwa tempat tempat pelayanan umum, apalagi hotel dan penginapan tempat berkunjungnya orang dari berbagai daerah, harus tes swab masiv,” kata Kepala puskesmas Cipanas, Hj. Husnul Khotimah, S.ST, Rabu (12/08/2020).
Ia menuturkan, kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan mulai tumbuh terutama di lingkungan hotel dan penginapan, termasuk dengan swab tes. Hal ini berkat sosialisasi yang terus menerus, padahal sebelumnya mendengar rapid tes saja masyarakat takut. Apalagi swab tes.
“Alhamdulillah berkat sosialisasi yang kita lakukan, masyarakat mulai mengerti. Dan setelah sosialisasi, kita ada kesepakatan dengan hotel dan penginapan yang ada di sini untuk melaksanakan swab tes masiv kepada semua yang terlibat di hotel dan penginapan. Kesepakatan ini akan kami konsultasikan ke Dinas Kesehatan, apakah diizinkan atau tidak,” ujar Husnul.
Ia menjelaskan, dari 51 hotel dan penginapan, pada sosialisasi pertama hadir 27 perwakilan hotel dan penginapan, dengan jumlah personal diperkirakan 600 orang yang akan diajukan untuk swab tes secara bertahap.
Kaitan dengan akan dilaksanakannya belajar tatap muka, kata Husnul, Puskesmas akan melaksanakan sosialisasi ke semua sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Cipanas yang tersebar di empat desa, mulai tingkat PUD sampai SMA/SMK.
“Alhamdulillah ada sekolah yang memfasilitasi untuk tempat sosialisasi ini di sekolah Almasduki,” terangnya.
Kegiatan lainnya yang dilaksanakan di samping kegiatan rutin pelayanan kesehatan, Puskesmas yang memiliki moto Rampak (ramah, nyaman, sopan, dan kekeluargaan) itu, juga melaksanakan penimbangan balita, dengan menimbang berat dan pengukuran tinggi badan sebagai antisipasi atau skrining stunting.
Kepala Puskesmas yang baru satu tahun lebih bertugas di Cipanas itu menambahkan, masih ada tambahan tugas lainnya di masa pandemi Covid-19 ini, yaitu permintaan deteksi awal sebagai bagian dari protokol kesehatan, apabila di hotel diselenggarakan acara yang melibatkan banyak orang.
“Ya, kita sekarang ini sering diminta melaksanakan skrining awal sebagai bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan yang ditujukan kepada peserta. Seperti pengukuran suhu tubuh, memeriksa apabila ada peserta yang mengalami flu, batuk dan lainnya. Kalau memang peserta ini ada gejala sakit, kita obati dulu, sebelum dipulangkan oleh panitia acara,” ujar Husnul.
Ia juga sempat curhat, soal kondisi Puskesmasnya yang masih belum banyak dikenal masyarakat di wilayah kerjanya, meski pusat kesehatan masyarakat itu sudah berdiri 19 tahun. Husnul berencana untuk mengubah tampilan depan kantornya supaya lebih terlihat sebagai Puskesmas. Ia juga berharap Puskemasnya itu dilengkapi dengan tempat rawat inap.
“Hotel dan penginapan di sini meminta supaya Puskesmas ini ada tempat rawat inapnya,” kata dia. (Yuyus)
copyright : https://www.gosipgarut.id/read/2020-15708/puskesmas-cipanas-garut-gencar-sosialisasi-penanganan-penularan-covid-19.html
29 Juli 2017
DIALOG INTERAKTIF DI RADIO BERSAMA PKM CIPANAS: KENAPA HARUS IMUNISASI MR
Rabu, 26/7, PROGNOSIS (Program Ngobrol dan Eksis), acara dialog interaktif Radio Indiswara 107.9 FM Garut, mengangkat tema Kenapa Harus Imunisasi MR.
Rabu, 26/7, PROGNOSIS (Program Ngobrol dan Eksis), acara dialog interaktif Radio Indiswara 107.9 FM Garut, mengangkat tema Kenapa Harus Imunisasi MR.
Dialog interaktif yang rutin mengudara setiap hari Rabu jam 10 – jam 12 wib ini, sudah berlangsung dari Mei 2016 s.d sekarang. Kegiatan ini dapat terselenggara secara rutin karena adanya MoU Puskesmas Cipanas dengan Manajemen Radio Indiswara 107.9 FM yang berlokasi di Desa Rancabango Kecamatan. Tarogong Kaler Kab Garut.
PROGNOSIS kali ini menghadirkan narasumber Amilia, SKM, M.KM dan dr. nurhayati. Adapun materi yang dikupas terkait kampanye Imunisasi MR seputar pengertian Imunisasi MR, latar belakang kampanye MR, siapa yang menjadi sasaran imunisasi ini dan kapan waktu, tempat dan pelaksanaaannya.
Selama siaran, ada pendengar yang bertanya mengenai beda campak dan rubella karena tadi disebutkan rubella adalah campak juga (pertanyaan pertama). Dokter Puskesmas Cipanas, dr. nurhayati menjelaskan jika Campak = Morbili = Measles, penyebabnya Virus Rubeola. Sedangkan Campak Jerman = Rubella penyebanya Virus Rubella. Yang membedakan adalah virus penyebabnya yang berbeda. Gejalanya hampir sama, yang menonjol panas dan ruam di kulit, gejala-gejala saluran pernafasan dan conjunctivitis. Bedanya campak/measles panasnya lebih tinggi, keluhannya lebih berat dibanding campak jerman/rubella.
Kemudian dari penanya kedua, bertanya apakah imunisasi ini halal? Vaksin ini halal karen bahan dan proses pembuatan vaksinnya tidak menggunakan atau bersentuhan dengan hal-hal yang haram.
COPYRIGHT : kesmas-id.com
27 Maret 2017
70 Peserta Dari 30 Puskesmas Dari Dinkes Garut Mengikuti Pelatihan Penyusunan RBA dan Laporan Keuangan Berbasis SAK
PT. Syncore Indonesia kembali dipercaya menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan “Pelatihan Penyusunan RBA dan Laporan Keuangan Berbasis SAK menggunakan Implementasi Software BLUD”.
Pelatihan diselenggarakan di Ruang Abimanyu I & II, Hotel Grage Yogyakarta. Acara dihadiri oleh seluruh puskesmas dari Dinkes Kab. Garut yang terdiri dari 74 orang dari 30 Puskesmas. Dinkes Garut merupakan Dinas Kesehatan yang ditunjuk Kemendagri sebagai daerah percontohan untuk pengelolaan BLUD.
Kami, Syncore merasa terhormat ketika Dinkes Kab. Garut memilih Syncore sebagai partner pengembangan sistem aplikasi Puskesmas BLUD, pada Kamis, 6 Oktober 2016 lalu. Pelatihan diselenggarakan selama 2 hari, 6-7 Oktober 2016. Puskesmas tersebut antara lain
1.Puskesmas Bagendit
2.Puskesmas Bungbulang
3.Puskesmas Cibatu
4.Puskesmas Cikajang
5.Puskesmas Cikelet
6.Puskesmas Cilawu
7.Puskesmas Cipanas
8.Puskesmas Cisewu
9.Puskesmas Cisurupan
10.Puskesmas Citeras
11.Puskesmas Guntur
12.Puskesmas Haurpanggung
13.Puskesmas Kadungora
14.Puskesmas Karangpawitan
15.Puskesmas Leles
16.Puskesmas Limbangan
17.Puskesmas Malangbong
18.Puskesmas Pameungpeuk
19.Puskesmas Pasundan
20.Puskesmas Pembangunan
21.Puskesmas Peundeuy
22.Puskesmas Samarang
23.Puskesmas Selaawi
24.Puskesmas Siliwangi
25.Puskesmas Sindangratu
26.Puskesmas Singajaya
27.Puskesmas Sukamerang
28.Puskesmas Tarogong
29.Puskesmas Wanaraja
30.Puskesmas Bayongbong
Acara pelatihan dinarasumberi oleh Akademisi Konsultan BLUD, Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak dan akademisi Software BLUD sekaligus Direktur PT. Syncore Indonesia, Niza Wibyana Tito, S.Kom.
ada pembukaan acara Bapak Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak menjelaskan materi mengenai BLUD dan Penyusunan Dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA).
Selama pelatihan berlangsung diskusi terjadi antara peserta dan narasumber. Pesert terlihat semangan dan antusias mengikuti pelatihan. Semoga ini awal untuk pengelolaan Puskesmas BLUD yang lebih profesional dan akuntabel, jelas Bapak Rudy.
COPYRIGHT : syncoreconsulting










